Rabu, 16 Maret 2022

pengertian pemrograman visual

Pemrograman visual adalah metode pembuatan program dimana programmer membuat koneksi antara objek-objek dengan cara membuat gambar, menunjuk, dan mengklik pada diagram dan ikon dan dengan berinteraksi dengan diagram alur. Jadi, programmer bisa menciptakan program dengan cara mengklik pada ikon yang mewakili rutin-rutin pemrograman secara umum. Dalam pengeksekusian kode programnya, pemrograman visual merupakan konsep event-driven, yaitu pengeksekusian yang didasarkan atas kejadian(event) tertentu. Setiap kejadian tersebut mempunyai kode program sendiri yang disimpan dalam sebuah fungsi. Berbeda dengan pemrograman terstruktur atau procedural yang mengeksekusi kode-kode programnya mulai dari awal sampai akhir program secara beruntun.


Dalam konsep suatu objek dikenali adanya dua komponen yaitu :

• Properties atau atribut, yang memiliki nilai dan nama.

• Event (function, method, action, behaviour) yang hanya memiliki nama.

Konsep event dalam sebuah objek dianggap sangat penting karena objek tidak akan melakukan suatu action atau suatu kegiatan, objek hanya akan diam jika tidak ada event yang diberikan. Seperti yang kita ketahui objek hanyalah sebuah benda dan tak pernah melakukan sebuah action jika tidak ada sebuah perintah untuk menggerakkannya.


2. Pengertian Object Oriented Programming (OOP)

Adalah suatu cara baru dalam berfikir serta berlogika dalam menghadapi masalah-masalah yang akan dicoba diatasi dengan bantuan komputer. OOP, tidak seperti Pemprograman Terstruktur yang mencoba melihat permasalahan lewat pengamatan dunia nyata dimana setiap objek adalah entitas tunggal yang memiliki kombinasi struktur data dan fungsi tertentu. Ini kontras dengan pemprograman terstruktur dimana struktur data dan fungsi didefinisikan secara terpisah dan tidak berhubungan secara erat.

Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:

• Kelas - Kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.

• Objek - Membungkus data dan fungsi menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.

• Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

• Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

• Polimorfisme - Melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.

• Inheritas - Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada. Objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa harus mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)

• Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Seperti manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas administrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.


3. Konsep OOP Pada Pemrograman Visual

Bagaimana OOP bekerja : Objek, Pesan, dan Method Pemrograman berorientasi objek terdiri atas komponen-komponen berikut :

1. Apa itu OOP : dalam pemrograman berorientasi objek, data dan instruksi untuk pemrosesan di mana data dikombinasikan menjadi “objek” yang cukup memadai bisa digunakan pada program lain. Hal terpenting disini adalah objek.

2. Apa itu “objek” : objek adalah modul self-contained yang terdiri dari kode pemrogaman yang telah disusun sebelumnya. Modul memuat atau mengkapsulasi baik (1) cabang data, maupun (2) instruksi pemrosesan yang bisa dilakukan pada data tersebut.

3. Kapan objek data akan diproses – mengirim “message”: setelah objek menjadi bagian dari suatu program, instruksi tertentu diaktivasi hanya ketika “message” yang terkait sudah dikirimkan. Message adalah pengiriman peringatan kepada objek ketika operasi yang harus melibatkan objek tertentu dilakukan.

4. Bagaimana data objek diproses – “method”: message cukup mengidentifikasi operasinya. Bagaimana sebenarnya hal itu dilakukan akan disertakan didalam instruksi pemrosesan yang menjadi bagian dari objek. Instruksi pemrosesan ini dinamakan method.

Menggunakan kembali blok kode program setelah anda menuliskan satu blok kode program, kode tersebut dapat digunakan kembali pada program-program lain. Jadi, dengan OOP-tidak seperti pemrograman tradisional-anda tidak perlu memulai dari awal.

Dibandingkan dengan pemrogaman tradisional, mempelajari pemrogaman berorintasi objek memakan waktu yang lebih lama karena seperti berpikir dengan cara yang baru. Sekalipun demikian, OOP memilliki keunggulan yaitu objek bisa digunakan berulang-ulang pada aplikasi yang berbeda dan oleh programmer yang berbeda, karena itu waktu pengembanganya pun lebih cepat dan biaya pun bisa berkurang.

Pemrograman berorientasi objek memiliki tiga konsep dasar yang penting, yaitu enkapsulasi, pewarisan, dan polimorfisme.

1. Enkapsulasi, berarti objek memuat (1) data dan (2) instruksi pemrosesan yang relevan. Setelah objek dibuat, objek dapat digunakan kembali untuk program lain. Penggunaan sebuah objek bisa dijabarkan melalui konsep kelas dan pewarisan.


2. Pewarisan, setelah menciptakan sebuah objek. Kita dapat menggunakannya sebagai fondasi untuk objek yang sama yang memilliki perilaku atau karakteristik sama. Semua objek berasal dari atau yang saling berhubungan bisa membentuk suatu kelas. Masing-masing kelas memuat instruksi khusus (method) yang unik untuk kelompok tersebut.

Kelas bisa diatur dalam hierarki-kelas atau subkelas. Pewarisan adalah metode untuk mewariskan ciri dari suatu objek dari kelas ke subkelas dalam hierarki. Jadi objek yang baru dapat diciptakan dengan mewariskan ciri dari kelas yang sudah ada.

3. Polimorfisme, berarti “banyak bentuk” . Dalam pemrograman berorientasi objek, polimorfisme berarti sebuah pesan (permintaan yang sudah digeneralisasi) memberikan hasil yang berbeda berdasarkan objek yang dikirimkan.

Polimorfisme sangat berguna karena programmer dapat membuat prosedur mengenai objek yang jenisnya tidak diketahui sebelumnya, namun akan diketahui saat program dijalankan di komputer.

Dari konsep diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang jelas antara OOP dengan pemrograman visual. Pemrograman berorientasi objek berperan dalam pendefinisian rutin-rutin pemrograman sedangkan pemrograman visual mendefinisikan secara visual bagaimana programmer atau user menjalankan program tersebut sehingga tampilan nyata yang ada pada program tersebut dapat kita ketahui. Dan ini sangat membantu dan memudahkan programmer dalam pembuatan program dan juga memungkinkan pengguna untuk lebih fokus pada pemecahan masalah daripada cara menangani bahasa pemrograman atau tidak perlu mendalami sintaks atau menulis kode. Selain itu dengan adanya konsep OOP ini kita cukup mendefinisikan event-event yang akan terjadi pada objek tersebut. Jadi,dalam pembuatan suatu program atau aplikasi yang berbasis visual kita cukup dimudahkan dengan objek-objek yang telah tersedia tersebut. Dengan kata lain adanya pemrograman visual ini cukup membantu dalam pembuatan program aplikasi dengan mendukung konsep object oriented programming.

Contoh dari penerapan konsep OOP adalah membuat sebuah aplikasi sederhana dengan mengunakan Borland C++ Builder karena tinggal menggunakan objek-objek yang telah disediakan sesuai kebutuhan kita. Misalnya form, label, edit, button, dan lain-lain. Objek-objek tersebut nantinya akan dapat bekerja sesuai dengan fungsinya tergantung event yang kita berikan. Yang menjadi objek dalam hal ini adalah form, label, edit, button atau objek lain yang kita tambahkan pada aplikasi yang kita buat.


Minggu, 26 September 2021

Metode Enkripsi untuk Proteksi Data Digital

 

Metode Enkripsi untuk Proteksi Data Digital

Enkripsi secara eksplisit dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan kunci pembuka rahasia. Teknologi ini sudah digunakan sejak zaman dulu oleh militer dan intelejen. Dalam perang dunia kedua misalnya, mesin Enigma menjadi pusat perhatian karena menggunakan enkripsi untuk mengirim pesan-pesan rahasia intelejen Jerman.

Saat ini teknologi enkripsi dengan beberapa modifikasi sudah diaplikasikan untuk kepentingan umum, dalam aktivitas digital seperti merahasiakan data-data penting milik perorangan maupun perusahaan. Enkripsi adalah cara paling efektif untuk mengamankan data, melindungi dari serangan yang berhasil masuk ke jaringan perusahaan, serangan terhadap infrastruktur perusahaan, dan usaha pencurian data.

Lebih spesifik, enkripsi terbagi ke dalam beberapa metode, pengguna dapat memilih metode tertentu sesuai dengan kebutuhannya sebagai berikut

Enkripsi File

Fitur ini mengenkripsi satu-persatu file sesuai kebutuhan pengguna apabila ingin melindungi file tertentu saja yang dianggap penting atau rahasia. Metode ini biasanya dimanfaatkan untuk mengamankan file yang akan ditransfer melalui email, CD/DVD, kartu memori, dan sejenisnya.

Enkripsi Folder

Berfungsi mengenkripsi folder termasuk subfolder. Setiap file baru atau folder yang dibuat dalam folder tersebut akan ikut dienkripsi. Jika melakukan drag and drop sebuah file atau folder ke dalam folder yang sudah dienkripsi maka otomatis akan terenkripsi tapi apabila drag and drop file atau folder keluar akan langsung didekripsi.

Apabila pengguna login, file dalam folder terenkripsi akan membuka dan menyimpan seperti biasa, namun jika pengguna tidak login, file dalam folder tersebut akan tetap terenkripsi dan file tidak dapat diakses, tidak dapat dikenali atau file akan terbuka namun akan menampilkan data dalam keadaan dienkripsi. Fitur seperti ini memiliki kemampuan menyembunyikan semua folder terenkripsi saat tidak login sehingga tidak terlihat.

Enkripsi Full Disk

Dengan full disk encryption seluruh kapasitas hard drive komputer akan dienkripsi, mencakup sistem, program dan semua data yang tersimpan di dalamnya. Setelah proses awal mengenkripsi hard drive telah selesai, pengguna perlu login ketika komputer pertama kali dinyalakan, ini disebut sebagai otentikasi pra-boot, menggunakan password. Setelah login, komputer akan beroperasi seperti biasa dengan semua data dan program yang tersedia. Namun, komputer tidak dapat diakses tanpa password login.

Oleh karena itu full disk encryption memberikan perlindungan terbaik dari data yang tersimpan pada perangkat portabel, yang meskipun dicuri tidak mungkin dapat diakses tanpa mengetahui password yang benar. Walaupun hard disk telah dihapus dan digunakan untuk komputer lain isi disk akan masih tetap terenkripsi dan benar-benar tidak dapat diakses.

Shredder

Tahukah Anda menghapus data/file dengan cara menekan tombol delete tidak menjamin data terhapus/hilang sepenuhnya. Walau data tersebut dihapus melalui fitur recycle bin sekalipun. Data yang telah dihapus tersebut tetap dapat dipanggil/dimunculkan kembali dengan menggunakan software tertentu. Shredder adalah fitur yang mampu memusnahkan data secara total sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh siapa pun. Shredder bukanlah fitur untuk mengenkripsi, namun fitur pemusnah data ini biasanya menjadi satu kesatuan di dalam aplikasi enkripsi.


Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read138222/ini-4-metode-enkripsi-untuk-proteksi-data-digital

Minggu, 29 Agustus 2021

Mengenal konektifitas internet melalui jaringan kabel dan Nirkabel

 

Mengenal konektifitas internet melalui jaringan kabel dan Nirkabel


Dial-up

Merupakan koneksi internet yang memanfaatkan jalur telpon (telpon rumah), dengan cara menghubungi nomor telpon khusus agar bisa digunakan untuk berintenetan. Koneksi dial-up memang jauh lebih lambat dibandingkan dengan koneksi internet lainya. Karena akses dial-up menggunakan sambungan telepon normal, kualitas jaringan tidak selalu baik dan laju data terbatas. Kecepatan maksimum yang didapat hanya sekitar 56 Kbps, kecepatan tersebut bahkan bisa lebih parah pada kondisi tertentu, seperti pada siang hari dimana traffic pengguna telpon sedang meningkat, selain itu, biaya koneksinya juga masih relative mahal. Tipe koneksi dial-up rata-rata dari 10 kbps hingga 56 Kbps


ISDN

Integrated services digital network (ISDN) adalah standar komunikasi internasional untuk mengirim suara, video dan data melalui sambungan telepon digital atau kabel telepon normal. Jenis ISDN memiliki kecepatan rata-rata 56 Kbps hingga 128 Kbps.


B-ISDN

Broadband ISDN hampir sama dengan fungsi ISDN tetapi transfer data melalui sambungan telepon dengan kabel optik fiber, bukan kabel telepon normal. SONET merupakan pengangkut fisik utama B-ISDN. Broadband ISDN telah secara luas di implementasikan. Jenis B-ISDN memiliki kecepatan rata-rata 64 Kbps hingga 128 Kbps


DSL

DSL juga disebut "selalu tersambung" karena DSL menggunakan 2 kabel tembaga yang ada dalam sambungan telepon yang tersambung ke dasar dan tidak akan terikat dalam telepon ada seperti koneksi dial-up. Tidak perlu untuk menghubungan ISP anda karena DSL selalu tersambung. Ada dua kategori DSL untuk pelanggan rumah disebut ADSL dan SDSL. Semua tipe teknologi DSL secara kolekti mengacu pada xDSL. Kecepatan koneksi xDSL berkisar antara 128 Kbps hingga 8 Mbps.


ADSL

ADSL ( Asymmetric Digital Subscriber Line ) merupakan koneksi internet broadband yang cepat dibandingkan dengan koneksi dial-up,GPRS,Atau CDMA, ADSL/DSL Memiliki kecepatan transfer besar karena menggunakan jalur pita yang lebar. ADSL memiliki kecepatan 56 Kbps sampai dengan 3 Mbps.


SDSL

SDSL lebih umum di Eropa. Kependekan dari symmetric digital subscriber line, teknologi yang mampu mengirim data lebih banyak melalui sambungan kabel tembaga yang ada (POTS). SDSL mendukung besaran data dari 128 Kbps hingga 3 Mbps. SDSL bekerja dengan mengirim gelombang digital dalam area berfrekuensi tinggi dari kabel telepon dan tidak bisa berjalan secara serentak dengan koneksi suara melalui kabel yang sama. SDSL memerlukan modem khusus SDSL. SDSL disebut simetris karena dia mendukung besaran data yang sama baik untuk lalu lintas upstream dan downstream. 


VDSL

Very High DSL (VDSL) adalah teknologi DSl yang menawarkan pengiriman data cepat melalui jarak yang relatif singkat-semakin singkat jaraknya, semakin cepat besaran koneksinya. memiliki kecepatan 512 Kbps hingga 2 Mbps.


Cable

Melalu penggunaan modem kabel anda bisa mempunyai koneksi Internet brodband yang didesain untuk bekerja melalui TV Kabel. Kabel internet bekerja menggunakan ruang channel TV untuk transmisi data, dengan channel khusus digunakan sebagai transmisi downstream, dan channel lain untuk transmisi upstream. Karena kabel bersumbu sama yang digunakan oleh TV Kabel menyediakan bandwith yang lebih besar dibandingkan jaringan telepon, kabel modern bisa digunakan untuk mencapai kecepatan akses yang ekstrim.Kecepatan Cable mampu mencapai 512 Kbps hingga 20 Mbps.


Koneksi Internet Nirkabel (wireless)

Satellite

Internet over Satellite (IoS) mampu menyediakan bagi penggunanya akses Internet via satelit yang mengorbit bumi. Satelit ditempatkan di titik statis di atas permukaan bumi, dalam posisi tetap. Internet over Satellite memiliki kecepatan data rata-rata antara 492 hingga 512 Kbps.


Poncell 

Perangkat komunikasi macam ponsel atau PDA kini sudah bisa difungsikan sebagai modem nirkabel koneksi ke PC, baik lewat kabel data, Wireless, inframerah, atau bluetooth. Namun, perlu juga diingat, tidak semua jenis ponsel yang mendukung macam jaringan GPRS bisa disulap jadi modem. jaringan ini memiliki kecepatan 2 Mbps hingga 5 Mbps.


Modem eksternal

Selain menggunakan handset macam ponsel atau PDA untuk mengakses internet pada PC atau laptop, yang cenderung agak panas jika digunakan browsing terlalu lama, yang lebih stabil lagi yakni menggunakan modem eksternal seperti modem USB. dengan kecepatan 1 Mbps hingga 3 Mbps.


Wifi

Jaringan yang dipancarkan oleh Modem ekternal ataupun Modem kabel melalui wifi, dengan kecepatan 11,44 Mbps hingga 17,26 Mbps.

Jumat, 20 Agustus 2021

Konversi Bilangan ( desimal, biner, oktal, heksadesimal )


Konversi Bilangan ( desimal, biner, oktal, heksadesimal )


Amatilah dengan cermat  konversi sistem bilangan dibawah ini !  

 

 



Kita telah mengenal beberapa macam sistem bilangan yang menggunakan basis tertentu. Bila suatu nilai telah dinyatakan dalam suatu bilangan yang tertentu dan bila kita ingin mengetahui nilai tersebut dalam sistem bilangan yang lain, maka nilai dalam sistem bilangan sebelumnya harus dikonversikan terlebih dahulu ke sistem bilangan yang diinginkan. Kasus seperti ini akan banyak ditemui bila mana kita berhubungan dengan bahasa mesin yang menggunakan sistem bilangan biner. Demikian juga bila kamu berhubungan dengan babasa assembler, maka akan banyak ditemui nilai yang dinyatakan dalam sistem bilangan heksadesimal ataupun sistem bilangan oktal.

Angka -  angka pada setiap sistem bilangan dapat dikonversikan ke dalam sistem bilangan lain. Dalam melakukan pengkonversian diperlukan ketelitian, ketekunan, dan kecermatan. Perhatikan tabel konversi decimal, biner, octal dan hexadecimal berikut ini dengan seksama.

Tabel 1.6 Sistem Bilangan

Desimal

Biner

Oktal

Hexadesimal

0

0

0

0

1

1

1

1

2

10

2

2

3

11

3

3

4

100

4

4

5

101

5

5

6

110

6

6

7

111

7

7

8

1000

10

8

9

1001

11

9

10

1010

12

A

11

1011

13

B

12

1100

14

C

13

1101

15

D

14

1110

16

E

15

1111

17

F


A. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Biner

 

Ada beberapa metode untuk mengkonversikan dari sistem bilangan desimal ke sistem bilangan biner. Metode pertama dan paling banyak digunakan adalah dengan cara membagi dengan nilai dua dan sisa setiap pembagian merupakan digit biner dan bilangan biner dari hasil konversi. Metode ini disebut metode sisa (remainder method).

 

510  =  ………… 2

 

Penyelesaian :

Cara ke-1

                                45                  : 2 = 22 + sisa 1                    Akan diperoleh hasil 

                                22                  : 2 = 11 + sisa 0                    101101

                                11                  : 2 = 5   + sisa 1

                                5                    : 2 = 2   + sisa 1

2                           : 2 = 1   + sisa 0

                                                                                 1

 

Bila bilangan desimal yang akan dikonversikan berupa pecahan desimal, maka bilangan tersebut harus dipecah menjadi dua bagian, yaitu bilangan yang utuh dan yang pecahan. Misalnya bilangan desimal 125,4375 dipecah menjadi 125 dan 0,4375. Bilangan yang utuh, yaitu 125 dikonversikan terlebih dahulu ke bilangan biner, sebagal berikut.

 

125 : 2 = 62 + sisa 1

62   : 2 = 31 + sisa 0

31   : 2 = 15 + sisa 1

15   : 2 = 7 + sisa 1

7     : 2 = 3 + sisa 1

3         : 2 = 1 + sisa 1

 

Oleh karena itu, bilangan desimal 125 dalam bentuk bilangan biner adalah 111101. Kemudian bilangan yang pecahan dikonversikan kebilangan biner dengan cara yang berbeda seperti bilangan yang utuh, yaitu sebagai berikut.

 

0,4375 x 2 = 0,875

0,875  x2 = 1 ,75

0,75  x2 = 1 ,5

                                0,5        x2 = 1

 

Hasil biner pecahan

 

Jadi, bilangan desimal pecahan 0,4375 di dalam biner adalah 0,0111. Hasil dari bilangan :

 

125,4375 dalam bilangan biner adalah:

                                125                  = 1111101

                                0,4375             = 0,0111

 +

                                125,437510       = 1111101,01112

B.  Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Oktal

 

Untuk mengkonversikan bilangan desimal kebilangan oktaI dapat dipergunakan remainder method dengan pembaginya adalah basis dari bilangan oktal tersebut, yaitu 8. Misalnya bilangan desimal 385, dalam bilangan oktal bernilai:

 

Contoh Soal 38510 = ………….. 8

385 :  8  =  48 + sisa 1

48   :  8  =  6   + sisa 0

                                                                                             6 0 1

Jadi hasil nya adalah 

38510  = 6018

C.  Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Heksadesimal

 

Dengan menggunakan remainder method, dengan pembaginya adalah basis dari bilangan heksadesimal, yaitu 16, maka bilangan desimal dapat dikonversikan ke bilangan heksadesimal.

1583  : 16 = 98 + sisa 15  = F

                               98      : 16 = 6   + sisa  2   = 2

                                                                                            6 2 F

Jadi 158310  = 62F16

D.  Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Desimal

 

Dari bilangan biner dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing - masing bit dalam bilangan dengan nilai tempatnya.

Contoh Soal .

a.  1011012    = 1 x 25 + 0 x 24 + 1 x 23 + 1 x 22 + 0x21 + 1 x 20

= 1 x 32 + 0 x 16 + 1 x 8   + 1 x 4 + 0 x 2 + 1 x 1

= 32 + 0 + 8 + 4 + 0 + 1

= 4510

Berarti bilangan biner 101101 dapat dikonversikan ke bilangan desimal senilai:

          12            

= 110

          102       

= 410

          10002 

= 810

          1000002

= 3210

                                       

          1011012

              +

= 4510

 

b.  1101102 = ………..10

32

16

8

4

2

1

1

1

0

1

1

0

 

                                                1101102              = 32  + 16  + 4  + 2

                                                                 = 5410

E.  Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Oktal

 

Konversi dari bilangan biner ke bilangan oktal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap- tiap tiga buah digit biner. Misalnya, bilangan biner 11010100 dapat dikonversikan ke oktal dengan cara :

           

11    010     100

 3        2       4

                             Hubungan ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

 

Tabel 1.7 Konversi Bilangan Oktal

 

Digit Oktal

3 bit

0

1

2

3

4

5

6

7

000

001

010

011

100

101

110

111

 

 

F.  Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Heksadesimal

           

Konversi dari bilangan biner ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner.Misalnya bilangan biner 11010100 dapat dikonversikan ke bilangan heksadesimal dengan cara

1101    0100

             D    4

Hubungan ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.8 Konversi bit bilangan Heksadesimal

 

Digit heks adesimal

4 bit

Digit heksadesimal

4 bit

                0

                1

                2

                3

                4

           5             6

7

8

9

0000

0001

0010

0011

0100

0101

0110

0111

1000

1001

A

B

C

D

E

F

1010

1011

1100

1101

1110

1111

 

 

G.  Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Desimal

           

Bilangan oktal dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan nilai tempatnya.

Contoh Soal :

 

3248 = 3x82 +2x81+4x82

= 3x64+2x8+4x1

= 192+16+4

= 21210

 

H.  Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Biner

 

Konversi dan bilangan oktal ke bilangan biner dapat dilakukan dengan mengkonversikanmasing-masing digit oktal ke 3 digit biner, sebagai berikut.

 

     6           5          0         2

    110     101      000      010

Berarti bilangan biner 110101000010 adalah 6502 di dalam oktal.

 

 

 

I.    Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Heksadesimal

 

Konversi dan bilangan oktal ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan cara mengubah dari bilangan oktal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, kemudian dikonversikan kebilanganheksadesimal. Misalnya, bilangan oktal 2537, akan dikonversikan ke heksadesimal, dengan langkah-langkahberikut ini.

a. Dikonversikan terlebih dahulu ke bilangan biner, sebagai berikut.

 2            5          3        7

                                                 

          010         101      011     111

b. Berikut bilangan biner baru dikonversikan ke bilangan heksadesimal, sebagai berikut. 0101     0101     1111

                                                                

                                    5              5         F

Jadi, bilangan oktal 2537 adalah 55F dalam bilangan heksadesimal.

 

J.   Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Desimal

 

Dari bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikanmasing-masing digit bilangan dengan nilai tempatnya. B6A16 = 11 x 162 + 6x161 + 10x160

= 11 x 256 + 96 + 10

= 292210

Untuk mengkonversikan bilangan heksadesimal ke bilangan desimal, dapat dengan bantuan table berikut.

Tabel 1.9 Hubungan nilai heksadesimal di posisi tertentu dengan nilai desimal

Posisi 4

Posisi 3

Posisi 2

Posisi 1

Heksa

Desimal

Heksa

Desimal

Heksa

Desimal

Heksa

Desimal

0

0

0

0

0

0

0

0

1

4096

1

256

1

16

1

1

2

8192

2

512

2

32

2

2

3

12288

3

768

3

48

3

3

4

16384

4

1024

4

64

4

4

5

20480

5

1280

5

80

5

5

6

24576

6

1536

6

96

6

6

7

28672

7

1792

7

112

7

7

8

32768

8

2048

8

128

8

8

9

36864

9

2304

9

144

9

9

A

40960

A

2560

A

160

A

10

B

45056

B

2816

B

176

B

11

C

49152

C

3072

C

192

C

12

D

53248

D

3328

D

208

D

13

E

57344

E

3584

E

224

E

14

F

61440

F

3840

F

240

F

15

 

K.  Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Biner

 

Konversi dan hilangan heksadesimal ke sistem bilangan biner dapat dilakukan denganmengkonversikan masing-masing digit heksadesimal ke 4 digit biner sebagai berikut.

                                   D            4

1101     0100

                   Berarti bilangan heksadesimal D4 adalah 11010100 dalam bilangan biner.           

 

L.  Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Oktal

 

Konversi dan bilangan heksadesimal ke bilangan oktal dapat dilakukan dengan cara mengubah dari bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, baru dikonversikan ke bilangan oktal.Misalnya bilangan heksadesimal 55F, akan dikonversikan ke oktal dengan Iangkah-Iangkah:

a.  Dikonversikan terlebih dahulu ke bilangan biner, sebagai berikut.      5        5        F

                                                    

0101      0101    1111

b.  Dari bilangan biner baru dikonversikan ke bilangan oktal, sebagai berikut. 010   101     011    111

                                                 

                                    2           5          3        7

Jadi, bilangan heksadesimal 55F adalah 2537 dalam bilangan oktal.